Seiring dengan perkembangan Internet, teknologi GIS pun
senantiasa mengikuti kebutuhan pengguna, terutama untuk mempublikasikan informasi
spasial, khususnya dalam bentuk peta melalui media Internet. Dengan hadirnya WebGIS
sebagai salah satu komponen GIS yang berfungsi sebagai platform untuk
memudahkan pengguna dalam menyebarluaskan informasi spasial terutama dalam
bentuk peta, maka diharapkan pertukaran informasi akan menjadi lebih mudah dan
efisien.
Sampai saat ini sudah banyak aplikasi WebGIS yang dihasilkan dan dimanfaatkan oleh berbagai
kalangan, baik pemerintah, universitas, maupun swasta. Rentang harganya pun
cukup beragam, dari yang gratis sampai dengan yang senilai puluhan ribu dollar
AS yang biasanya sesuai dengan kapabilitas aplikasi tersebut.
Salah satu contoh
pemanfaatan WebGIS oleh BPPT adalah yang dilakukan melalui kerja sama
dengan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) dan Departemen Kehutanan, yaitu
untuk penerapan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK). Dalam kegiatan ini,
BPPT juga mendapatkan hibah berupa aplikasi GeoMedia Professional dan WebMap
melalui program Open Interoperability Grant. Dalam kerja sama ini, komponen WebGIS
digunakan untuk menyebarluaskan peta indeks cuaca kebakaran, peta vegetasi, dan
informasi spasial yang terkait lainnya melalui media Internet.
Untuk lingkup kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan, setelah
dilakukan pengolahan dan analisis citra remote sensing, yang dipadukan dengan
spectral library dan hasil observasi lahan lainnya, termasuk status pertanaman
dan distribusi pertumbuhan, maka langkah selanjutnya adalah menyampaikan hasil
analisis tersebut kepada khalayak yang lebih luas melalui berbagai media. Salah
satunya adalah media Internet dengan
menggunakan WebGIS.
Beberapa
contoh website yang menggunakan WebGIS dengan data spasial diantaranya :
-
http://jdsdkaboki.net/
WebGIS yang menyediakan data dan informasi spasial mengenai
Sub Bidang Tata Ruang dan Lingkungan BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Kabupaten
Ogan Komering Ilir.
WebGIS
Kementrian Perhutanan yang menyediakan data dan informasi data spasial
kehutanan secara mudah dan cepat dalam rangka
mendorong penintegrasian data dan informasi kehutanan.
WebGIS
yang berisi pemantauan bencana atau kejadian bencana yang terjadi di seluruh
Indonesia, menggambarkan kejadian bencana terkini
hingga 30 hari yang lalu.
Informasi lebih lengkap dapat membaca artikel pada link ini
Informasi lebih lengkap dapat membaca artikel pada link ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar