Perkembangan aplikasi open source saat ini
berkembang dengan sangat pesat. Dikarenakan aplikasi open source cenderung
gratis dan mudah didapat, menjadi daya tarik yang menunjang popularitas
aplikasi ini. Dengan banyaknya aplikasi open source saat ini, hal ini tidak
menjadi sesuatu yang tabu lagi bagi kita sebagai user pemakai.
“Open
source” secara teknis dapat diartikan sebagai
perangkat lunak yang menyediakan kode sumber (source code) untuk dimodifikasi
dan didistribusikan kepada publik. Ada beberapa lisensi aplikasi open source
(AOS) yang dikoordinasikan oleh “Open Source Initiative” (http://www.opensource.org).
Kesuksesan AOS bukan disebabkan oleh karena penyediaan kode sumber yang secara
bebas dapat dimodifikasi dan disitribusikan, akan tetapi lebih disebabkan oleh
tumbuh dan berkembangnya komunitas yang memiliki minat yang sama dalam
mengembangkan aplikasi tersebut.
Aplikasi
GIS open source berbasis web umumnya digunakan untuk
menyajikan data spasial secara online melalui media internet. Aplikasi GIS
berbasis web sangat erat kaitannya dengan standar dalam bidang geospasial. Hal
ini dimaksudkan untuk mendukung interoperabilitas penyediaan dan kerja sama
data spasial.
Beberapa aplikasi
GIS open source berbasis web antara lain:
• UMN MapServer
(http://mapserver.gis.umn.edu), MapServer merupakan aplikasi GIS pemetaan
online (web-mapping) yang cukup popular. Dikembangkan oleh Universitas
Minnesota dan didukung oleh NASA dan Departemen Sumber Daya Alam Minnesota
(Minnesota Department of Natural Resources).
• MapGuide Open Source
(http://mapguide.osgeo.org/), MapGuide Open Source merupakan aplikasi GIS pemetaan
online (web-based mapping) dan dikembangkan dan didukung oleh OSGEO Foundation.
Mapguide dapat dikembangkan di Linux atau Windows dan dapat didukung oleh
Apache atau IIS, sedangkan bahasa pemrograman yang dapat dipergunakan adalah
ASP .NET, PHP, Java dan Javascript.
• GeoServer (http://geoserver.sourceforge.net/),
GeoServer merupakan aplikasi GIS pemetaan online (web-mapping) yang berbasiskan
Java dan dibangun menggunakan library GeoTools. GeoServer merupakan
implementasi OpenGIS Consortium untuk Spesifikasi Web Feature Server.
• DeeGree (http://deegree.sourceforge.net/),
DeeGree, sebelumnya dikenal dengan nama jaGo, yang menyediakan beberapa fungsi
SIG yang merupakan implementasi dari OpenGIS yaitu Consortium.
• QGIS (http://www.qgis.org/en/site/),
dikenal juga dengan nama QuantumGIS aplikasi GIS pemetaan online yang
menyediakan kemudahan kepada user dalam membuat map dengan banyak layer dan
proyeksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar